Rayakan HATN di Kupang, Panitia dan Dinas Peternakan NTT Bagikan ayam dan Telur untuk anak-anak
Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Johanna Lisapaly,S.H,M.Si menyerahkan telur dan ayam kepada ibu Deby dan anaknya Susan di Pantai Lasiana, Sabtu (16/10/2021)

Untuk mendukung tekad Pemerintah Provinsi NTT dalam penurunan stunting hingga posisi 10 persen, Panitia Lokal Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN) membagikan ayam dan telur kepada anak-anak gizi kurang asal Kelurahan Lasiana di Pantai Wisata Lasiana, Sabtu, 16 Oktober 2021.

Masing-masing anak yang didampingi ibunya, menerima dua papan telur dan satu ekor ayam potong. Sebelum pembagian, Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Johanna E Lisapaly,S.H,M.Si memberikan arahan dan edukasi soal pentingnya gizi keluarga bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dan manfaat mengkonsumsi telur dan daging ayam dalam membentuk imun tubuh, kesehatan dan pertumbuhan.

Lisapaly menegaskan konsumsi telur dan daging ayam untuk sehat dan cerdas. HATN menjadi ajang untuk mempromosikan kepada masyarakat agar mengonsumsi telur dan daging ayam untuk meningkatkan imun tubuh.

Lanjut mantan Asisten I Pemprov NTT ini, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat memberikan perhatian serius terhadap masalah stunting yang masih tinggi di NTT.

Dalam pertemuan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Timur baru-baru ini, Pemprov NTT bersama pemerintah kabupaten/kota bertekad menurunkan stunting ke angka 10 persen pada tahun 2023.

“Ini motivasi untuk kita mengedukasi masyarakat memelihara ayam dan mengonsumsi telur dan dagingnya.Telur sangat bermanfaat bagi anak-anak.Jangan terpengaruh dengan isu bahwa telur itu mengandung kolesterol,” kata mantan Kadis P dan K NTT ini.

BACA JUGA  Pinsar Adakan Training Formulasi Pakan Unggas GRATIS

Saat ini, kata Lisapaly, pihaknya koordinasi dengan berbagai stakeholders untuk kolaborasi yang baik dalam mengedukasi masyarakat untuk memelihara ayam dan mengonsumsi telur dan dagingnya.

Dirinya sudah menyiapkan dokter hewan untuk mendampingi masyarakat dalam memelihara ayam. Pihaknya juga akan memberikan bibit dan obat-obat agar ayam peliharaan masyarakat sehat. Yang masih menjadi kendala adalah harga pakan yang tinggi.Pihaknya sedang berupaya mendapatkan subsidi pakan agar masyarakat mampu membelinya.

Lisapaly juga memberikan apresiasi kepada TNI dan Polri yang sudah terlibat dalam pengembangan ternak.Dan, saat ini sudah ada desa model pengembangan ternak.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua TP PKK NTT, Ny.Julie Laiskodat yang peduli dan memberikan perhatian khusus terhadap stunting dan peningkatan gizi keluarga dengan mengonsumsi telur dan daging ayam.

Wujud kepedulian Ibu Julie yang saat ini duduk di kursi DPR RI, dengan mengirim Miss Grand Tourism NTT 2021, Ludgardis Valentina Leros dan Putera Tari Indonesia 2021, Josua Charisma Loak hadir bersama di tengah acara pembagian telur dan ayam di Pantai Lasiana.Keduanya akan menjadi duta telur dan ayam di NTT.

BACA JUGA  Talkshow HATN 2017 di Lombok Post Radio dan Lombok Post TV

Ketua panitia pelaksana, drh.Melky Angsar,M.Sc dalam laporannya mengatakan, Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN) jatuh pada 15 Oktober 2021. HATN tahun ini mengusung tema, ” Ayam dan Telur Tingkatkan Imunitas dan Kesehatan”.

Lanjut Kabid Keswan-Kesmavet Disnak NTT ini, panitia lokal dengan dukungan Kemenko PMK RI, PINSAR, dan para sponsor lokal dan nasional membagikan 500 paket ayam beku dan 1.000 papan telur (30.000 butir) yang telah didistribusikan kepada setiap anak gizi kurang masing-masing paket 1 ekor ayam dan 2 rak telur (60 butir) di Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Kelurahan Lasiana dan Oesapa,Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Lanjut Melky, selain bantuan paket ayam dan telur, panlok juga memberikan resep mengolah masakan berbahan ayam serta kipas.Diharapkan setiap hari seorang anak makan minimal 2 butir telur.

Dia merincikan, di Kelurahan Manutapen dibagikan 120 ekor ayam beku dan 240 papan telur kepada 120 penerima bantuan. Di Kelurahan Lasiana dibagikan 380 paket ayam beku dan 760 papan telur kepada 380 anak stunting dengan perinvian 20 di Kelurahan Lasiana, 360 di Kelurahan Oesapa dan Kelurahan Maulafa.

BACA JUGA  Audiensi PINSAR Indonesia dengan Komisi IV DPR RI

Ibu Deby saat menyampaikan testimoni menuturkan anaknya Susan penderita stunting tapi berkat bantuan dan pendampingan dari pemerintah, anaknya dinyatakan sembuh dan kembali bertumbuh normal.

Menurut ibu Deby, anaknya Susan stunting karena malas makan.Setiap kali dikadih makan anaknya hanya mengisap di mulut lalu membuangnya, sehingga pertumbuhannya menjadi kerdil dengan berat badan tidak seimbang dengan usianya.

Ia mengaku trauma karena seorang anaknya meninggal gara-gara malas makan sehingga gizi kurang bahkan stunting. Berkat makanan perangsang menyerupai kacang, kata ibu Deby, anaknya Susan kembali bangkit napsu makannya. Sejak itu Susan selalu mengonsumsi telur dan daging ayam sehingga sembuh dari stunting.Dirinya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya.

Acara penyerahan telur dan daging ayam di Lasiana dihadiri antara lain, Camat Kelapa Lima, Lurah Manutapen bersama istri, Lurah Lasiana bersama istri, Dekan Fakultas Peternakan Undana, perwakilan TNI dan Polri, Ketua,Asosiasi Pengusaha Ayam dan Telur, Perwakilan Dinas Pariwisata NTT, para Kabid Dinas Peternakan, staf serta beberapa sponsor.(gem)
sumber : http://pos-kupang.com/

Shares