Praktik Terbaik Pertanian Berkelanjutan Petani Kedelai Amerika

Pikirkan kembali ke 10 tahun yang lalu, apa yang Anda ketahui tentang keberlanjutan? Dulu, ini bukanlah kata yang paten atau konsep yang dipikirkan kebanyakan orang. Tetapi saat ini, tampaknya hampir semua hal dikaitkan dengan keberlanjutan, mulai dari handuk, kopi pagi hari, hingga pakaian kita. Terkadang, keberlanjutan terdengar seperti jargon era tertentu yang hilang secepat kata tersebut muncul. Akan tetapi, konsumen yang meminta keberlanjutan bukanlah sekedar tren. Permintaan produk yang diproduksi secara berkelanjutan semakin menjadi pertimbangan yang penting dan mendesak bagi konsumen ketika mencari kedelai. Industri kedelai Amerika Serikat (AS) sangat serius dalam menanggapi konsep ini dan ketika permintaan kedelai dan produk kedelai yang aman, berkualitas dan berkelanjutan terus meningkat secara global, U.S. Soy dan petani kedelai Amerika Serikat siap menghadapi tantangan tersebut.

Petani kedelai AS: advokasi keberlanjutan
Keberlanjutan bukan sekadar tren media sosial atau tagar bagi petani kedelai AS yang telah bertani selama puluhan tahun. Dulu, itu disebut konservasi dan memberikan cara bagi petani AS dalam memerangi Dust Bowl (badai pasir). Pada April 1935, Kongres A.S. mengesahkan Undang-undang Konservasi Tanah, yang menjadi landasan bagi sebagian besar prakarsa keberlanjutan U.S. Soy.Kini, produksi kedelai AS didasarkan pada sistem nasional tentang keberlanjutan serta undang-undang dan peraturan konservasi, dipadukan dengan penerapan praktik pertanian terbaik yang cermat oleh petani kedelai AS, seperti tanaman penutup tanah, pertanian tanpa pengolahan tanah, pengolahan tanah berlanjut, terasering, saluran pembuangan, dan strip penyangga. Metode ini, dan metode lainnya, memungkinkan petani menghemat air, mencegah erosi tanah, dan mengurangi penggunaan energi.Praktik pertanian yang berkelanjutan adalah landasan pertumbuhan serta produksi U.S. Soy, dan petani menghasilkan lebih banyak dengan usaha lebih sedikit guna membantu memenuhi peningkatan kebutuhan pangan bagi populasi yang terus berkembang.

U.S. Soy: jejak karbon lebih rendah

Blonk Consultants dari Belanda baru-baru ini memeriksa jejak karbon U.S. Soy dibandingkan dengan negara pemasok lainnya di pasar Eropa. Menggunakan penilaian siklus hidup, Blonk membandingkan 1 kg kedelai, 1 kg bungkil kedelai di pasar, dan 1 kg bungkil kedelai di negara asal.

Hasil menunjukkan:
• Penanaman adalah kontributor terbesar jejak karbon. Secara umum, AS memiliki hasil panen lebih besar, penggunaan pupuk yang rendah, dan peralatan mesin yang efisien, yang semuanya membantu mengurangi jejak karbon U.S. Soy.

• Perubahan penggunaan lahan berdampak signifikan terhadap jejak karbon. Penebangan hutan di negara-negara Amerika Selatan berdampak buruk terhadap jejak karbon dari kedelai yang diproduksi di wilayah tersebut. Amerika Serikat adalah negara terdepan di dunia yang melestarikan lahan hutan negara.

BACA JUGA  Telur Konsumsi dan Keamanan Pangan

• Sejak 1935, Departemen Pertanian AS telah mendorong program konservasi tanah. Petani AS menjaga dengan hati-hati dan memupuk tanah mereka dengan maksud untuk mewariskannya ke generasi berikutnya dalam keadaan yang lebih baik daripada saat pertama kali tanah tersebut didapatkan.

• Dampak kedelai pada peternakan hewan adalah faktor penting lain saat membandingkan jejak karbon kedelai dari sumber yang berbeda. Blonk Consultants membandingkan studi kasus dari 2013, yang mencakup bauran bungkil kedelai yang tersedia di Belanda yang terdiri dari bungkil kedelai Brasil dan Argentina dengan bungkil kedelai AS. Analisis menemukan bahwa keseluruhan jejak karbon unggas lebih rendah yang menggunakan pakan dengan bungkil kedelai AS.

U.S.Soy: terbukti berkelanjutan

Sebagian besar produsen kedelai AS berpartisipasi dalam program keberlanjutan dan konservasi sukarela bersertifikasi dan telah diaudit. Protokol Jaminan Keberlanjutan Kedelai (Soy Sustainability Assurance Protocol atau SSAP) AS, diluncurkan pada 2013 sebagai tanggapan atas permintaan pelanggan akan pasokan kedelai berkelanjutan yang terdokumentasi, merupakan pendekatan agregat yang diaudit oleh pihak ketiga yang memverifikasi produksi kedelai berkelanjutan pada tingkat nasional.

SSAP memberikan sertifikasi pengiriman U.S. Soy sebagai berkelanjutan berdasarkan sistem undang-undang dan peraturan keberlanjutan serta konservasi nasional yang digabungkan dengan penerapan cermat dari praktik produksi terbaik oleh 515.008 produsen kedelai di negara ini. Selain itu, produsen bungkil kedelai AS berpartisipasi dalam sejumlah program keberlanjutan dan konservasi sukarela yang bersertifikasi dan telah diaudit. Saat ini, 64 pengekspor AS secara aktif menggunakan sertifikasi ini sebagai pembeda. SSAP telah menjadi patokan pengadaan kedelai bagi Federasi Produsen Pakan Eropa melalui alat bantu tolok ukur Pusat Perdagangan Internasional Independen. Pada Januari 2019, Komisi Eropa mengakui SSAP-RED sebagai program sertifikasi sukarela berdasarkan Arahan Energi Terbarukan (Renewable Energy Directive atau RED) Uni Eropa. Sejauh ini, dua pengekspor AS telah mendapat sertifikasi untuk mengekspor kedelai AS dengan SSAP-RED.

Seiring meningkatnya permintaan kedelai berkelanjutan, industri kedelai AS terus memenuhi kebutuhan pelanggan melalui SSAP dan setiap tahun, semakin banyak pengekspor berkelanjutan yang terverifikasi. Pada tahun pemasaran 2019/20, ekspor kedelai amerika yang terverifikasi berkelanjutan berdasarkan SSAP mencapai 21,3 juta metrik ton (MMT), setara dengan 39% dari seluruh ekspor kedelai A.S.

Komitmen U.S. Soy terhadap pembangunan berkelanjutan global U.S. Soy telah mengidentifikasi cara industri kedelai AS dapat berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan global. U.S. Soy telah memetakan prioritas dan peluang peningkatan industri kedelai AS terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). SDG merupakan 17 tujuan yang bertekad untuk menghentikan kemiskinan, melindungi planet, dan memastikan semua orang hidup dengan damai dan makmur pada 2030. Ini adalah tujuan aspiratif untuk mengantisipasi populasi global sebanyak 9,7 miliar penduduk pada 2050. 17 tujuan dan 169 target yang mendasarinya telah menjadi bahasa umum untuk mendorong komunitas, negara, bisnis, dan seluruh industri untuk bergerak ke arah yang sama menuju pertumbuhan ekonomi, inklusi sosial, dan perlindungan lingkungan. Pertanian berperan penting dalam memenuhi SDG dan menghubungkan 17 tujuan yang saling berkaitan ini, yang menjadikan U.S. Soy bagian penting dari solusi ini.

BACA JUGA  Mengenal Bibit Ayam

Sebagai industri global, U.S. Soy menerapkan praktik pertanian berkelanjutan, memenuhi kebutuhan global akan produk kedelai saat ini tanpa membahayakan kemampuan untuk kebutuhan masa depan yang harus dipenuhi. Bagi U.S. Soy, pengembangan berkelanjutan mencakup pertumbuhan ekonomi bagi petani kedelai dan setiap lini dalam rantai pasokan, memenuhi harapan sosial terkait kualitas produk dan praktik bisnis, serta perlindungan lingkungan melalui praktik pertanian yang tangguh.

Memahami dan memprioritaskan SDG membantu U.S. Soy untuk berkomunikasi secara lebih konsisten dan efektif dengan pelanggan dan pemangku kepentingan global kami mengenai dampak dan kinerja keberlanjutan mereka, yang pada akhirnya membantu pelanggan dan pengguna akhir menjunjung tinggi komitmen mereka terhadap keberlanjutan. Industri kedelai AS. berinvestasi dalam penelitian dan pendidikan pertanian berkelanjutan guna mendukung peningkatan berkesinambungan untuk memenuhi sasaran keberlanjutan industri, dan SSAP memverifikasi upaya berkelanjutan ini bagi pembeli bungkil kedelai internasional.

U.S. Soy mengidentifikasi 15 aspek penting lingkungan, sosial, dan ekonomi, atau faktor paling relevan yang perlu diatasi saat ini dan pada saat mendatang demi mempertahankan kepemimpinannya dalam pertanian berkelanjutan. Penilaian ini melandasi pemetaan SDG dan target khusus berdasarkan tujuan tersebut, dengan mengidentifikasi area dimana U.S. Soy memiliki dampak terbesar dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan global.

Tiga prioritas utama U.S. Soy, yaitu Kesehatan Tanah/Penyerapan Karbon, Manajemen Air, dan Emisi Gas Rumah Kaca, terbukti selaras dengan Tujuan SDG 2 yaitu Mengakhiri Kelaparan. Kedelai berperan penting dalam menyediakan protein berkualitas tinggi untuk pangan dan pakan, dan produksi kedelai menerapkan praktik pertanian tangguh yang merupakan mandat dari Tujuan 2.

Karena 17 SGD ini saling berkaitan, investasi berkelanjutan U.S. Soy terhadap tiga prioritas utama ini akan berarti bahwa hasilnya juga mendukung lima SDG lainnya:

  • Tujuan 6: Akses Air Bersih dan Sanitasi
  • Tujuan 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
  • Tujuan 13: Penanganan Perubahan Iklim
  • Tujuan 15: Menjaga Ekosistem Darat
  • Tujuan 17: KemitraanFokus U.S. Soy terhadap penelitian dan pendidikan praktik pertanian tangguh mendorong petani kedelai untuk terus memperbaiki praktik terkait kesehatan tanah, manajemen air, dan emisi gas rumah kaca. Metode keberlanjutan ini (dan metode lain) yang diterapkan padalahan pertanian A.S. berkontribusi positif dalam pencapaian keamanan pangan dan perbaikan gizi serta menggalakkan pertanian berkelanjutan, sebagaimana diuraikan dalam Tujuan 2: Mengakhiri Kelaparan. Inilah saat U.S. Soy akan memiliki dampak terbesar terhadap masyarakat, kemakmuran, dan planet ini, baik saat ini maupun pada masa depan.Antara hari ini dan 2025:
  • Petani kedelai AS bertujuan mengurangi dampak penggunaan tanah (hektare per gantang) sebesar 10 persen
  • Mengurangi erosi tanah (ton per gantang) sebanyak 25 persen lagi
  • Meningkatkan efisiensi penggunaan energi sebesar 10 persen (BTU per gantang)
  • Mengurangi total emisi gas rumah kaca sebesar 10 persen
BACA JUGA  Ayam dan Telur Untuk Indonesia Cerdas (Bahan Kompetisi Miniblog HATN 2018)

Peningkatan ini dilakukan dengan penerapan teknologi baru dan praktik manajemen terbaik yang sudah terbukti. Komitmen petani kedelai AS terhadap praktik pertanian berkelanjutan melindungi sumber daya lingkungan yang berharga, serta membantu petani melestarikan dan melindungi operasi pertanian mereka bagi generasi berikutnya. Peningkatan berkelanjutan membantu memenuhi kebutuhan saat
ini tanpa membahayakan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Lebih dari 85% kedelai AS dikonsumsi di pasar di luar Amerika Serikat. Seiring kian pentingnya keberlanjutan di seluruh pasar — baik negara maju maupun berkembang — banyak konsumen U.S. Soy, baik di AS dan internasional, menggunakan kerangka SDG untuk memandu komitmen keberlanjutan global mereka. Untuk mempelajari lebih lanjut, unduh laporan kami di https://daretocompare.ussoy.org/wp-content/ uploads/2020/11/SDG-White-Paper.pdf.

U.S.Soy: Solusi Keberlanjutan Anda

Dari lahan pertanian ke meja makan, setiap lini dalam rantai nilai kedelai AS sangat berkomitmen terhadap keberlanjutan. Petani kedelai AS adalah pengelola tanah mereka, yang menerapkan keberlanjutan pada setiap langkah mulai penanaman hingga pemanenan, dan SSAP memverifikasi bahwa produksi bungkil kedelai yang berkelanjutan berlangsung pada skala nasional. SSAP memberi perusahaan Anda solusi keberlanjutan yang diminta konsumen dan investor tanpa menaikkan harga kedelai yang dibeli. Adv (sumber: disini)

Shares