PINSAR INDONESIA DAN PEMDA JABAR LAKUKAN EDUKASI PROTEIN AYAM & TELUR UNTUK ATASI KASUS STUNTING
Dari kiri: Duta Ayam & Telur Indonesia, Kepala DKPP Jabar, Wagub Jabar, Ketua Penggerak PKK Jabar, Ketua Umum Pinsar Indonesia dan Julistio Djais. (Foto: Sjamsirul)

Sabtu 29 Mei 2021. Pemerintah Jawa Barat (Jabar) dan Pinsar (Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat) Indonesia yang difasilitasi PT Gallus Indonesia Utama (Majalah Infovet) melanjutkan rangkaian kegiatan “Edukasi Gizi Ayam dan Telur 2021”. Kegiatan berlangsung di Gedung Pakuan Bandung ini juga didukung berbagai perusahaan peternakan dan obat hewan.

Di tengah pandemi COVID-19 yang hingga kini belum tuntas, acara dilaksanakan dengan Prokes ketat. Tampak hadir sebagai narasumber Ir H. Jafar Ismail (Kepala Dinas Ketahanan Pangan & Peternakan Jabar/DKPP), H. Uu Ruzhanul Ulum (Wakil Gubernur Jabar), Atalia Praratya Kamil (Ketua Tim Penggerak PKK Jabar), Singgih Januratmoko (Ketua Umum Pinsar Indonesia) dan Julistio Djais (Dokter Gizi Anak).

Hadir juga Ketua Pinsar Indonesia Prov Jawa Barat, Ketua Pinsar Indonesia Bidang Promosi-Usaha dan Sosial Ricky Bangsaratoe, Pimpinan Dinas dan UPTD di lingkungan Pemprov Jabar serta perwakilan sponsor.  Acara ini juga disiarkan melalui zoom dan Youtube Humas Jabar dalam format acara Jabar Punya Informasi (Japri).

Menurut Jafar, konsumsi daging dan telur ayam sangat penting bagi masyarakat, mengingat protein hewani ini mampu memperbaiki gizi sebagai usaha pencegahan peningkatan kasus stunting di Jabar.
“Oleh karena itu, ibu hamil perlu diperhatikan asupan gizinya terutama protein hewani dari daging  dan telur ayam. Karena manfaatnya untuk meningkatkan imunitas dan kecerdasan,” ujar Jafar.

BACA JUGA  Pinsar Dukung Operasi Pasar Jagung BULOG

Hal serupa juga disampaikan Wagub Jabar Ruzhanul Ulum, bahwa Jabar yang sangat potensial dalam penyediaan protein hewani asal ayam, namun ternyata kasus stunting masih ada. Maka dari itu, kata dia, diperlukan kalaborisasi PKK se-Jabar dan seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk serentak mengedukasi masyarakat akan pentingnya mengonsumsi daging dan telur ayam.

“Jangan para bapak lebih mementingkan beli rokok dan para ibu lebih mementingkan beli pulsa daripada membeli daging dan telur ayam sebagai perbaikan gizi anak, karena merekalah aset penerus bangsa ini,” tutur Ruzhanul.
“Selain itu, peranan media juga penting dalam mendukung edukasi masyarakat untuk sadar gizi, disamping media perlu memberikan informasi yang benar dan menangkal isu-isu hoaks yang berkembang di masyarakat kita.

“Konsumsi daging dan telur ayam jelas sangat bermanfaat bagi kesehatan. Dijelaskan Julistio Djais, bahwa dalam daging dan telur ayam terdapat asam amino lengkap, terutama asam amino esensial yang memberi pengaruh terhadap pertumbuhan dan kekebalan.

“Tumbuh dan kembang anak sangat dipengaruhi kualitas pangan yang dikonsumsi, antara lain protein hewani yang salah satunya berasal dari daging dan telur ayam, yang merupakan sumber protein paling murah dari yang lainnya,” kata Julistio.

Upaya-upaya peningkatan konsumsi protein tersebut juga terus dilakukan di Jabar. Atalia Praratya Kamil bersama sekitar 800 ribuan kader PKK-nya sudah melaksanakan berbagai edukasi tentang pentingnya asupan gizi sehat, aman dan berimbang. Ia juga menyebut bahwa stunting di Jabar turun dari 31,1% menjadi 26% (2021).

BACA JUGA  KOMPETISI KREATIVITAS TIK TOK

“Intervensi positif kita menuai hasil, namun diperlukan edukasi ekstra merubah pola kebiasaan untuk mengonsumsi daging dan telur ayam,” ucap Atalia.Ungkapan senada juga disampaikan Singgih Januratmoko. Pihaknya melalui Pinsar Indonesia juga terus berupaya meningkatkan kesejahteraan peternak dan konsumsi protein hewani masyarakat, berkolaborasi dengan banyak pihak menggelar berbagai kegiatan edukasi ke pelosok Tanah Air.

Ungkapan senada juga disampaikan Singgih Januratmoko. Pihaknya melalui Pinsar Indonesia juga terus berupaya meningkatkan kesejahteraan peternak dan konsumsi protein hewani masyarakat, berkolaborasi dengan banyak pihak menggelar berbagai kegiatan edukasi ke pelosok Tanah Air.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan simbolis makan ayam goreng dan telur rebus bersama sebagai bentuk kampanye edukasi gizi. Dilakukan pula penyerahan 5.000 paket daging dan telur ayam untuk daerah kasus stunting di lima kabupaten/kota di wilayah Bandung Raya yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi dan Kabupaten Sumedang. 

Rangkaian Kegiatan Edukasi Ayam & Telur

Ricky Bangsaratoe selaku ketua penyelenggara Edukasi Protein Ayam dan Telur Pinsar Indonesia Pusat mengatakan rangkaian acara edukasi sudah dimulai bulan Maret 2021 meliputi :

⦁ Talkshow tentang Mitos dan Fakta Ayam dan Telur di Radio Heartline FM dan Sonora FM Jakarta Maret 2021
⦁ Webinar Gizi Ayam & Telur Tingkatkan Imunitas dan Kesehatan, 25 Mei 2021, diikuti oleh 3000an peserta melalui zoom dan Youtube
⦁ Talkshow di Raka FM Bandung Jumat, 28 Mei 2021
⦁ Talkshow Kompas TV Jabar, 28 Mei 2021 (rekaman)
⦁ Sumbangan 5.000 paket ayam dan telur (ayam beku satu ekor+10 butir telur+booklet Resep Masakan ayam dan telur + kipas edukasi. Distribusi Bandung Raya

BACA JUGA  WORKSHOP BIOSEKURITI
Atalia Praratya Kamil (no 5 dari kiri), Ricky Bangsaratoe (np 6) bersama tim GITA EO dan Dinas KPP Jabar

Ricky menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerjasama dan mendukung acara ini. Selanjutnya pada Juni 2021 akan diadakan kompetisi kreasi Tiktok dan digital poster edukasi ayam dan telur dilanjutkan webinar tentang gizi seimbang untuk mengatasi kasus stunting. Menurut Ricky acara edukasi ini nanti puncaknya dilakukan pada Oktober 2021 dalam acara Hari Ayam dan Telur (HATN) yang akan berlangsung di Jakarta dan Kupang NTT dengan tema Ayam dan Telur Tingkatkan Imunitas dan Kesehatan. Melalui edukasi yang berkelanjutan selama setahun di beberapa wilayah, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi ayam dan telur semakin meningkat sehingga masyarakat lebih sehat dan cerdas, dan dampak selanjutnya usaha peternakan unggas semakin berkembang***
Sumber : Infovet dan tim EO
Foto : Infovet, Humas Jabar dan Pinsar Jabar

 

Shares