Peternak Unggas Kembali Tuntut Perbaikan Tata Niaga
Foto: ist/dok.PPRN

Paguyuban Peternak Rakyat Nusantara (PPRN) meminta Kementerian Pertanian untuk segera memperbaiki tata niaga unggas agar para peternak mandiri tidak semakin terpuruk.

Ketua PPRN Alvino Antonio menyatakan hari ini (04/5), PPRN kembali menggelar aksi damai bersama 50 peternak unggas di kantor Kementan – Ragunan untuk meminta Kementan turun tangan melindungi peternak unggas mandiri.

Dikatakannya, harga sarana pokok produksi (pakan, dsb) melambung tinggi. Di sisi lain, harga jual ayam broiler dan telur ayam cenderung tertekan murah. Kondisi itu yang menyebabkan peternak mandiri kembali merugi sangat besar. Sejak tahun 2018 hingga 2020 lalu saja total kerugian peternak mandiri mencapai triliunan rupiah.

BACA JUGA  Rapat Konsolidasi Hari Ayam Dan Telur Nasional (HATN) 2019 Di Pekanbaru

Dijelaskan Alvino, PPRN menyampaikan beberapa tuntutan. Pertama, agar pemerintah segera menerbitkan Perpres Perlindungan Peternak Rakyat Mandiri. Kedua, turunkan harga DOC FS dan tetapkan di angka 20 % dari harga jual live bird. Ketiga, jaminan supply DOC FS ke peternak rakyat mandiri sesuai Permentan No. 32/2017 pasal 19 ayat (1).

Keempat, PPRN meminta pabrik pakan ternak untuk tidak menaikan harga pakan. Kelima, jaminan harga jual livebird diatas harga pokok produksi (HPP) peternak mandiri sesuai Permendag No. 07/2020 minimal Rp 20.000 per kg. Dilakukan penyerapan ayam hidup disaat harga farm gate dibawah HPP peternak mandiri sesuai Permendag No. 07/2020 Pasal 3 ayat (1). Ketujuh, perusahaan integrator perunggasan dan afiliasinya dilarang menjual ayam hidup, dan hasil budidayanya 100 % masuk rumah potong hewan unggas (RPHU).

BACA JUGA  Pemenang Kompetisi Blog HATN 2017

Kedelapan, menuntut kepada pemerintah untuk memberikan sanksi kepada perusahaan integrasi/importir grand parent stock (GPS), maupun perusahaan pakan ternak yang tidak mematuhi tuntutan di atas. PPRN mengusulkan bentuk sanksi dapat berupa pemberhentian izin impor GPS, pencabutan izin impor bahan baku pakan, sampai penutupan izin perusahaan. ist/raw/ramdan (sumber)

Shares