talkshow radio lombok post dg p RickyDalam rangkaian acara Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN) dan World Egg Day (WED) 2017 , Panitia HATN Pusat menyelenggarakan talkshow  edukasi tentang ayam dan telur di Lombok Post Radio dan Lombok Post TV pada Selasa 29 Agustus 2017. Acara talkshow radio berlangsung pukul 14.00-15.00 WITA di Studio Lombok Post, kota Lombok. Acara menghadirkan narasumber Kepala Bidang Bibit, Produksi dan Pakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi NTB Iskandar Zulkarnaen  dan wakil ketua panitia HATN Pusat Bambang Suharno . Pakar perunggasan dari Fakultas Peternakan Universitas Mataram (Unram) Prof Budi Indarsih ikut menjadi narasumber melalui sambungan  telepon karena sedang  bertugas di luar kota.

Talkshow di Lombok Post TV berlangsung pada hari yang sama pukul 16.00-16.30 WITA di studio Lombok Post TV dengan narasumber Iskandar Zulkarnaen, Bambang Suharno dan Pakar perunggasan Unram Prof Muhamad Ichsan.

Pada kedua talkshow itu dibahas mengenai latar belakang adanya Hari Ayam dan Telur Nasional, terpilihnya Lombok sebagai tuan rumah HATN 2017, manfaat ayam dan telur bagi kesehatan dan kecerdasan serta berbagai informasi lainnya. Bambang Suharno selaku panitia HATN Pusat mengatakan, gagasan HATN diawali dengan kesadaran komunitas perunggasan yang merasakan bahwa konsumsi ayam dan telur masyarakat Indonesia masih rendah dibanding negara tetangga. Konsumsi daging ayam dan telur Indonesia jauh di bawah Malaysia. Konsumsi telur masyarakat Indonesia hanya 100 butir per orang per tahun, sedangkan Malaysia 300 butir per orang per tahun.

Namun demikian konsumsi rokok masyarakat Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia. Konsumsi rokok masyarakat Indonesia rata-rata 3 batang rokok per hari, sedangkan konsumsi telur  masyarakat Indonesia 1 butir per 3 hari. Padahal harga telur kurang lebih sama dengan harga rokok.

Inilah kondisi yang harus diperbaiki dengan sosialisasi dan edukasi tentang ayam dan telur melalui berbagai kegiatan. Untuk itu tahun 2011 Menteri Pertanian Dr. Suswono mencanangkan HATN pada 15 Oktober 2011 di Senayan Jakarta. Sejak saat itu setiap 15 Oktober diperingati sebagai HATN dimana rangkaian acaranya sudah dimulai bulan Agustus. Tahun 2013 HATN dipusatkan di Bali, tahun 2014 di Makassar, tahun 2015 di palembang , tahun 2016 di Banjarmasin dan tahun 2017 ini diadakan di Lombok NTB.

Iskandar Zulkarnaen mengucapkan terima kasih kepada panitia Pusat yang menunjuk Lombok sebagai tuan rumah HATN. Kegiatan ini sejalan dengan program Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) NTB yang sedang mendorong pertumbuhan perunggasan NTB. “Jika konsumsi ayam dan telur terus didorong maka akan menumbuhkan usaha perunggasan di NTB,” ujar Iskandar.

“Kami punya program Tancab Gas, yakni singkatan tanam cabe dan pelihara unggas untuk meningkatkan pendapatan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu Prof Budi Indarsih yang sedang di Lombok Timur, melalui sambungan telepon mengatakan , telur sering disebut kapsul gizi, karena kandungan gizinya yang sangat lengkap, bermanfaat untuk gizi otak dan tubuh manusia, sehingga bermanfaat untuk kesehatan dan kecerdasan.

Talkshow Lombok Post TV

talkshow TV LombokPada talkshow di Lombok Post TV, Prof. Muhammad Ichsan yang juga dari Unram menguraikan bahwa program pemerintah untuk perunggasan perlu ditingkatkan karena menyerap tenaga kerja yang banyak dan memiliki multiplier effect ke usaha lainnya antara lain berkembangnya usaha jagung dan bahan pakan lain, usaha angkutan ayam dan telur, pedagang ayam dan telur, usaha kuliner dan sebagainya.

Menurut Ichsan, dengan tumbuhnya pariwisata Lombok diperkirakan akan mendorong usaha perunggasan karena permintaan ayam dan telur di industri perhotelan dan restoran akan meningkat.

Bambang Suharno menambahkan bahwa saat ini dan ke depan, pertumbuhan ekonomi lebih banyak di Kawasan Timur Indonesia.  Pertumbuhan peternakan juga demikian, di Kawasan barat Indonesia (KBI)  makin mengecil bahkan cenderung stagnan, sedangkan di KTI terus tumbuh.

“Di kawasan timur, NTB termasuk yang mengalami pertumbuhan lebih tinggi dibanding rata-rata KTI,” tambah Bambang. Itu sebabnya, NTB tepat sekali sebagai tuan rumah HATN 2017.

Adapun mengenai acaranya, Bambang menjelaskan beberapa contoh kegiatan antara lain berupa lomba menulis artikel sesuai tema HATN untuk pelajar dan mahasiswa, lomba menggambar dan mewarnai untuk anak-anak, penyuluhan dan seminar gizi, talkshow radio dan TV  dan lain-lain. Acara puncak direncanakan tanggal 1 Oktober 2017.

Iskandar, Prof Ichsan maupun Bambang mengajak semua pihak untuk mendukung suksesnya HATN 2017 ini.  Bambang menegaskan bahwa World Egg Day 2017 yang merupakan bagian dari HATN telah diakui oleh International Egg Comission (IEC) sehingga setiap kegiatan HATN selalu diketui oleh IEC dan dimuat di website resmi IEC sebagaimana kegiatan tahun 2016 lalu di Kalsel.

Selaku Ketua Panitia HATN Pusat, yang juga sebagai salah satu Ketua Pinsar Indonesia, Ricky Bangsaratoe mengucapkan terima kasih kepada Lombok Post Group atas kerjasama talkshow sebagai bagian dari kegiatan HATN. Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada Iskandar Zulkarnaen, Prof. Muhammad Ichsan dan Prof Budi Indarsih selaku narasumber talkshow. (Bams)**