Pinsar.SiasatiKelangkaanJagung.jpeg

Dalam usaha mengatasi kelangkaan jagung, PINSAR Indonesia mengadakan Konsultasi Kolektif di tiga kota sentra produksi telur nasional dengan narasumber ahli nutrisi pakan – Prof. Budi Tangenjaya, Ph.D.

Kegiatan yang dikemas konsultasi santai tersebut kali pertama diadakan di Tangerang Senin, 23 November 2015. Acara tersebut dihadiri puluhan peternak yang sebagian diantaranya melakukan self mixing.

Acara yang dimulai Pk. 13.00 hingga Pk. 15.00 tersebut berlangsung sangat menarik, ini nampak dari diskusi formulasi pakan yang berlangsung dinamis.

Dalam diskusi terlihat peternak langsung aktif menanyakan berbagai simulasi pakan alternatif pengganti jagung yang bisa digunakan sebagai penggantinya.

Sebagai kesimpulan yang bisa direkomendasikan adalah digantinya jagung sebagai sumber energi dengan CGN (bungkil jagung) dan CPO atau minyak sayur mentah.

Menurut Prof. Budi, penggantian jagung dengan¬† bahan baku lain secara prinsip bahan baku tersebut harus mengandung sumber energi pakan lebih dari 3000 kalori.¬† Penggunaan CGN dan CPO tersebut menurutnya¬† malah bisa memberikan hasil formulasi pakan dengan harga yang sangat efesien yakni Rp 3100-3400 /kg. Hasil tersebut tanpa mengurangi kebutuhan energi dan protein yang diperlukan ayam. “Otomatis tidak akan menggangu performa produksi. Bahkan kotoran yang dikeluarkan ayam lebih kering,” jelasnya. Setidaknya hal itu bisa dilihat dari berbagai referensi menunjukan hasil demikian. Meskipun pakan ayam nampak lebih menggumpal atau lengket.

Menurut koordinator pelaksanaan kegiatan PINSAR Indonesia yang digagas sangat singkat ini, Ricky Bangsaratoe, berharap kegiatan ini bermanfaat bagi peternak layer dalam mengatasi kondisi saat ini. Dimana jagung sedang langka dan harganya sangat mahal. Semoga bermanfaat. HADI