Dari kiri : Ricky Bangasatoe, Jane, Novly (Kadis), Johanes (Dekan), Jola, Bambang, Alfred, Mahasiswa, Tommy (Manado Post)

Mengawali rangkaian acara HATN 2018 yang dipusatkan di Manado, panitia HATN bekerjasama dengan Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menggelar seminar perunggasan di Gedung Rektorat Unsrat, Manado, Jumat (14/9/2018).

Seminar dibuka oleh Dekan Fapet Unsrat Dr. Ir Johanes RL Tulung , MS dihadiri oleh sekitar 300 peserta dan menghadirkan narasumber Bambang Suharno (Panitia Pusat HATN dan Pemred Infovet), Ricky Bangsaratoe (Panitia Pusat HATN, Ketua Bidang Usaha dan Promosi Pinsar Indonesia ), Alfred Kompudu (FAO Indonesia) dan Dr . Ir. Jola J.M.R Londok, MSi (pakar nutrisi ternak dari Fapet Unsrat). Seminar dipandu oleh moderator Dr. Ir Jane Rinny Leke, MSi pakar perunggasan dari Fapet Unsrat.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut Ir. Novly Wowuling, Wakil Direktur Manado Post Tommy Waworundeng, Wakil Dekan 1 Dr. Ir. Florencia N Sompie, MP, Wakil Dekan 2 Dr. Ir. Betty Bagau, MP, Wakil Dekan 3 Ir. Boyke Rorinpandey MP, para dosen, serta para tokoh perunggasan Sulut dan perwakilan ASOHI Sulut tampak hadir dalam seminar ini.

Alfred Kompudu

Selain mahasiswa Fapet Unsrat, seminar juga dihadiri oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran, Fakultas Ekonomi, FISIP dan lain lain.

Bambang Suharno

Dalam presentasinya, Bambang Suharno menyampaikan , pertumbuhan perunggasan di Kawasan Timur Indonesia (KTI) dalam 5 tahun belakangan ini lebih tinggi dibanding Kawasan Barat Indonesia (KBI). Populasi ayam petelur di KBI selama lima tahun (2012-2016) tumbuh 9,8 % sedangkan di KTI terjadi pertumbuhan 53,3%. Pada periode yang sama, populasi ayam broiler di KBI sebesar 16% sedangkan di KTI tumbuh hampir 10  kali lipat yaitu sebesar 111%.

Sementara itu perunggasan Sulut saat ini secara umum lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan perunggasan di KTI. Populasi ayam broiler di Sulut dalam periode 2012-2016 naik 280%, lebih dari dua kali lipat dari pertumbuhan di KTI yang sebesar 111%. Dengan tumbuhnya pariwisata di Sulut, pertumbuhan perunggasan Sulut diperkirakan akan lebih cepat lagi, karena semakin banyak hotel dibangun, kebutuhan telur dan daging ayam otomatis meningkat.

Selain itu dengan kegiatan edukasi konsumsi ayam dan telur, juga akan mendorong tumbuhnya konsumsi ayam dan telur. “Ini artinya prospek perunggasan di Sulut sangat baik,” ujar Bambang.

Menanggapi pertanyaan peserta bahwa masalah rendahnya konsumsi ayam dan telur adalah akibat rendahnya pendapatan masyarakat, Bambang mengatakan, bahwa memang pendapatan keluarga yang rendah menyebabkan konsumsi ayam dan telur juga rendah. Namun masyarakat perunggasan berkewajiban untuk mengedukasi masyarakat agar setelah pendapatan sedikit bertambah, prioritasnya adalah membeli daging ayam dan telur sebagai sumber protein yang paling murah, bukan untuk membeli rokok.

“Faktanya sekarang adalah di kalangan berpenghasilan menengah bawah, konsumsi rokok justru tinggi, sedangkan konsumsi ayam dan telur tetap rendah. Saat ini Indonesia adalah negara dengan konsumsi rokok yang tertinggi di dunia. Konsumsi rokok mencapai 1.100 batang per orang per tahun sedangkan konsumsi telur hanya 100 butir per orang per tahun. Padahal harga 1 batang rokok kurang lebih sama dengan harga sebutir telur,” jelas Bambang.

Tambah Bambang, penelitian lembaga demografi UI beberapa tahun lalu menunjukkan, konsumsi rokok didominasi kalangan berpenghasilan rendah. Bahkan menurut penelitian pakar ekonomi Aviliani, ketika ada kegiatan Bantuan Langsung Tunai (BLT), kepala keluarga yang menerima BLT, menggunakan BLT untuk membeli rokok, setelah itu sisanya baru diberikan ke istrinya untuk kebutuhan keluarga.

Itu sebabnya, Bambang mengajak kalangan kampus maupun semua stakeholder perunggasan Sulut untuk aktif mengedukasi masyarakat akan pentingnya telur dan daging ayam sebagai sumber protein yang paling murah dan berkualitas, baik untuk kesehatan maupun kecerdasan.

“Bayangkan, jika setiap orang di Indonesia tahun ini menambah konsumsi 1 butir telur saja dalam setahun, maka dibutuhkan tambahan 260 juta butir telur untuk seluruh penduduk Indonesia. Tambahan ini berdampak besar pada ribuan lapangan kerja dan lapangan usaha, baik langsung maupun tidak langsung,” kata Bambang.

Biosekuriti Tingkatkan Daya Saing

Alfred Kompudu dari FAO Indonesia yang berkantor di Jakarta menjelaskan tentang peningkatan daya saing perunggasan Indonesia. Ia memaparkan pengalamannya membina peternak unggas untuk menjalankan biosekuriti model 3 zona. Melalui serangkaian bimbingan oleh tim FAO Indonesia, peternak dapat memahami dan menjalankan biosekuriti dengan baik dan berdampak pada produktivitas peternakan unggas.

Dengan adanya pelarangan AGP saat ini, biosekuriti mutlak diperlukan, dan terbukti dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha. Melanjutkan presentasi dari Alfred , pakar nutrisi ternak Unsrat  Dr . Ir. Jola J.M.R Londok, MSi  menyampaikan gambaran mengenai proses pelarangan AGP yang dimulai sejak 1 Januari 2018. Dengan adanya pelarangan AGP diperlukan produk pengganti AGP antara lain probiotik, esensial oil dan yang lainnya. Melalui penelitiannya, ia menemukan beberapa alternatif pengganti AGP yang dapat dimanfaatkan oleh peternak.

Makan telur bersama, simbol dimulainya kampanye ayam dan telur dalam rangkaian acara HATN

Seminar diakhiri dengan makan telur bersama oleh para pembicara panitia, pimpinan fakultas, dan Dinas Pertanian dan Peternakan sebagai simbol kampanye ayam dan telur . Selanjutnya pembagian doorpize dan sertifikat secara simbolis untuk peserta. Pemberian sertifikat dilakukan oleh dekan Fapet,  Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut Novly Wowuling, Ketua Pinsar Indonesia Ricky Bangsaratoe dan Pimpinan Manado Post Tommy Woworundeng.

Rangkaian Kegiatan HATN 2018 Manado

Selama di Manado, Ketua Panitia Pusat HATN yang juga Ketua Pinsar Indonesia Bidang Usaha dan Promosi Ricky Bangsaratoe mengadakan serangkaian kegiatan bersama Bambang Suharno dan panitia daerah Tommy Woworundeng dan Edi Marzuki. Seusai acara seminar Bambang Suharno bersama Edi Marzuki , Alfred Kompudu dan Kadis Pertanian dan Peternakan Novly Wowuling melakukan talkshow di Radio Cosmofamele Manado, dilanjutkan dengan talkshow di KawanuaTV. Talkshow tersebut membahas  mengenai kegiatan HATN 2018 di Manado dan manfaat ayam dan telur bagi kecerdasan.

Ketua Panitia daerah HATN 2018 Tommy Woworundeng yang juga wakil Direktur Manado Post menjelaskan,  rangkaian acara selanjutnya adalah festival ayam dan telur di atrium Star Square Bahu Mall tanggal 21-22 September 2018. acaranya meliputi lomba kreasi Goyang Tobelo, Bazaar Kuliner Olahan Ayam dan Telur, lomba mewarnai gambar untuk anak-anak dan lomba gerak dan lagu Ayam dan Telur.

Acara selanjutnya, 19 Oktober 2018 akan diadakan seminar HATN di Kantor Gubernur Sulut yang diikuti oleh para ibu-ibu penggerak PKK, Dharma Wanita se provinsi Sulut, para guru teladan dan undangan lainnya. Pada hari yang sama juga akan diadakan workshop khusus peternak unggas , bertempat di Graha Pena, kantor Manado Post.

Acara Puncak akan berlangsung hari Sabtu 20 Oktober 2018 di Boulevard Kota Manado dengan acara gerak jalan, karnaval ayam dan telur, senam bersama, aneka hiburan dan pemberian hadiah lomba. Wakil ketua Panitia Daerah Edi Marzuki mengharapkan semua pihak yang terkait dengan perunggasan baik itu peternak, perusahaan pakan, perusahaan obat hewan, perusahaan pembibitan unggas, mahasiswa Fakultas Peternakan, Dinas Pertanian dan Peternakan terus aktif berpartisipasi menyukseskan acara ini.

“Ini adalah acaranya masyarakat  perunggasan untuk kemajuan usaha peternakan unggas di Sulut,” tegas Edi***