ayam broilerPada bulan Nopember 2015 lalu, Wakil Ketua Umum Pinsar Eddy Wahyudin menyampaikan makalah tentang perunggasan 2015 dan prediksi 2016 pada seminar nasional bisnis peternakan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) di menara 165 Jakarta. Berikut ini kesimpulan dan saran yang disampaikan Eddy terkait dengan situasi bisnis perunggasan 2015-2016:

  1. —Berpijak dari tahun 2015 ini, harga broiler saat ini sangat bergantung pada suplai. Untuk tahun 2016, perlu diperhitungkan secara lebih cermat, seberapa besar kenaikan produksi bibit untuk memenuhi potensi kenaikan permintaan, sehingga terjadi keseimbangan yang membentuk harga ekonomis bagi semua sektor.
  2. —Kewajiban pemerintah untuk membenahi database produksi DOC dan keterbukaan akses data, agar semua pihak bisa melakukan evaluasi.
  3. —Perlu dihilangkannya semua hambatan impor jagung dan bahan baku pakan lainnyayang harus dipenuhi dari impor. Karena menyebakan gangguan suplai dan kenaikan harga.
  4. —Perlu antisipasi dalam menghadapi penurunan kualitas bibit dan pakan yang cenderung terus menurun, sehingga bisa berdampak kenaikan Harga Pokok Produksi (HPP) sementara harga jual broiler dan telur sangat rentan terjadi gejolak.
  5. —Perlu upaya lebih keras dalam Kampanye Konsumsi Ayam dan Telur untuk mengembangkan pasar.
  6. —Perlu antisipasi untuk mengatasi gangguan cuaca yang berpotensi menggangu produksi dan distribusi broiler dan telur.