Ketua Umum Pinsar Indonesia Singgih Januratmoko mendukung gerakan peduli gizi yang akan dijalankan semua stakeholder perunggasan bersama Perempuan Tani HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia). Demikian terungkap dalam sebuah rapat yang berlangsung Senin 26 Maret 2018 di Ruang Rapat Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Kementerian Pertanian.

Rapat dibuka oleh Dirjen PKH Ketut Diarmita selanjutnya dipimpin oleh Direktur Bibit dan produksi Peternakan (Dirbitpro) Sugiono. Hadir dalam rapat tersebut Direktur Kesehatan Hewan Fadjar Sumping Tjaturrasa, Direktur Kesmavet Syamsul Maarif, para pimpinan organisasi perunggasan antara lain dari GPPU, GPMT, ASOHI, serta perwakilan perusahaan perunggasan antara lain Charoen Pokphand Indonesia, Japfa Group, Malindo, Berdikari, Cheil Jedang dan sebagainya.

Dalam rapat ini dijelaskan bahwa perunggasan perlu ikut berkontribusi membantu saudara-saudara yang mengalami kasus stunting (lambat tumbuh) akibat kekurangan gizi khususnya protein. Kasus yang paling ramai dibicarakan adalah di Papua. Oleh karena itu diharapkan dalam waktu dekat, komunitas usaha perunggasan bersama Perempuan Tani HKTI dapat melakukan kegiatan aksi peduli gizi ke Papua dalam bentuk sumbangan telur dan daging ayam.

Ketua Umum Perempuan Tani HKTI Dian Novita Susanto menyatakan siap untuk menjalankan kegiatan peduli gizi Papua. Ia menyatakan, HKTI memiliki pengurus di Papua sehingga kegiatan ini dapat dikordinasikan dengan Perempuan Tani HKTI setempat. Selanjutnya akan dikordinasikan dengan Pemda dan pihak terkait lainnya agar teknis bantuan ini tepat sasaran dan berkelanjutan.

Selain bentuk bantuan daging ayam dan telur, direncanakan akan diadakan juga pelatihan beternak ayam dan bebekĀ  untuk warga Papua agar usaha peternakan berkembang di sana sehingga bisa membantu upaya kecukupan gizi masyarakat setempat. ***