SETELAH ditunjuk oleh pemerintah sebagai importir tunggal jagung, Bulog menunjuk PINSAR Indonesia untuk membantu mendistribusikan jagung kepada peternak layer dan pabrik pakan ternak UMKM.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi Desember 2015 lalu, Bulog ditunjuk sebagai importir tunggal kebutuhan jagung nasional. Meskipun payung hukumnya masih dalam diproses, namun Bulog kini sedang mempersiapkan diri untuk mendistribusikan jagungnya bagi peternak layer dan pabrik pakan UMKM.
PINSAR Indonesia sebagai asosiasi yang menaungi peternak rakyat diminta Bulog untuk bisa memberikan rekomendasi peternak layer dan pabrik pakan UMKM yang memenuhi syarat untuk mendapatkan pasokan jagungnya. Untuk mendistribusikan jagungnya, memang Bulog memberi prioritas pada peternak layer UMKM yang kini sedang terpukul oleh tingginya harga jagung, sehingga cukup mengganggu produksi telurnya.

Sudah diketahui oleh pemerintah, saat ini kelangkaan pasokan jagung untuk peternakan sudah berlangsung sejak Agustus 2015. Tidak heran kini harga jagung lokal sudah melonjak 2 kali lipat dari sebelumnya. PINSAR mencatat kenaikan jagung (kadar air 17-18 persen) dari sebelumnya Rp 3000-3300/kg kini mencapai Rp 6000-6500/kg. Tak pelak harga pakan ternak menyusul naik yang berujung pada melonjaknya harga telur dan broiler. HD