kampanye ayam telur hatn

Para pejabat Pemda dan Pimpinan asosiasi perunggasan makan ayam dan telur bersama semua pengunjung

Pinsar Indonesia (Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia) dan ASOHI (Asosiasi Obat Hewan Indonesia) bekerjasama dengan Pemda Sumatera Selatan serta didukung oleh organisasi-organisasi perunggasan nasional menyelenggarakan peringatan Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN) ke-5 dan Hari Telur sedunia, bertempat di Opi Mall, Palembang. Acara puncak berlangsung pada Minggu 18 Oktober 2015 jam 10.00-16.00.

Acara HATN adalah acara yang berlangsung setiap tahun sejak tahun 2011 dimana waktu itu dilakukan pencanangan pertama Hari Ayam dan Telur Nasional oleh Menteri Pertanian Dr. Ir. Suswono, MA di Senayan Jakarta, tanggal 15 Oktober 2011.

Tahun 2013 lalu acara puncak HATN dan Hari Telur Sedunia berlangsung di Lapangan Renon Denpasar, dan tahun 2014 di Pantai Losari Makassar dan tahun 2015 ini Palembang terpilih sebagai tuan rumah HATN dan Hari Telur Sedunia.

talkshow radio trijaya

Talkshow edukasi ayam dan telur di Radio Trijaya Palembang

Latar belakang adanya peringatan HATN adalah konsumsi ayam dan telur masyarakat Indonesia masih rendah dibanding negara-negara tetangga. Banyak yang mengira bahwa rendahnya konsumsi ini semata-mata karena daya beli masyarakat yang masih minim, namun setelah dikaji lebih lanjut ternyata bukan itu penyebabnya. Fakta menyebutkan bahwa konsumsi rokok masyarakat Indonesia termasuk salah satu yang tertinggi di dunia , yaitu mencapai 3 batang per orang per hari, sementara konsumsi telur hanya 1,6 butir/minggu (lihat tabel). Padahal harga sebutir telur kurang lebih sama dengan sebatang rokok. Wartawan RCTI pernah mewawancarai tukang ojek di Jakarta. Dengan penghasilkan Rp 60 ribu per hari, tukang ojek membeli rokok 6 batang per hari, dan jarang membeli ayam dan telur.

peserta hatn

Para peserta talkshow HATN dari kalangan pelajar, mahasiswa, pejabat, ibu-ibu PKK dan lain-lain

Fakta ini menunjukkan bahwa rendahnya konsumsi ini adalah karena pemahaman masyarakat akan pentingnya telur dan daging ayam sebagai sumber protein hewani yang paling murah.

Oleh karena itulah diperlukan upaya untuk menyadarkan masyarakat bahwa ayam dan telur adalah sumber protein yang murah, menyehatkan dan mencerdaskan.

Ketakutan masyarakat akan isu negatif mengenai ayam dan telur juga perlu diluruskan. Misalnya ada anggapan bahwa ayam pedaging (broiler) bisa cepat besar karena disuntik hormon. Hal ini sama sekali tidak beralasan karena harga hormon satu kali suntik bisa mencapai 5 USD (Rp. 50.000), padahal harga ayam di tingkat peternak kurang dari 20 ribu/ekor. Proses pertumbuhan ayam broiler yang cepat semata-mata karena hasil persilangan puluhan tahun sesuai dengan kaidah ilmu genetika sehingga dihasilkan ayam dengan mutu genetik yang bagus. Hal ini juga terjadi pada padi, jagung dan komoditi pertanian lain yang telah melalui proses perbaikan genetik sehingga dihasilkan komoditi yang lebih produktif.

PRA EVENT

Sebelum acara puncak, panitia HATN yang dipimpin oleh Ketua Pinsar Sumsel Ir. Ismaidi, menyelenggarakan kegiatan edukasi ayam dan telur, yaitu:
1. Seminar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal), di Dinas Peternakan Sumsel, 12 Oktober 2015
2. Sarapan bersama insan perunggasan dengan menu ayam dan telur, di stadion Jakabaring Palembang, 14 Oktober 2015
3. Aksi Sosial Pembagian ayam dan telur dan brosur edukasi ayam dan telur di beberapa jalan protokol dan tempat keramaian 15 Oktober 2015
4. Talkshow radio, 16 dan 17 Oktober 2015
5. Kampanye ayam dan telur di stand pameran Hari Pangan Se dunia stadion Jakabaring, 16-18 Oktober
6. Lomba menggambar dan mewarnai, 18 Oktober 2015 (pagi hari)

ACARA PUNCAK

Acara puncak HATN 2015 tanggal 18 Oktober 2015 , berupa talkshow edukasi ayam telur di Opi mall, Palembang dengan narasumber ahli gizi Dr Monika, Dr. Desianto Budi Utomo (Ketua Masyarakat Ilmu Perunggasan Indonesia/MIPI) dan Kepala Dinas Peternakan Sumsel. Acara dihadiri ibu-ibu PKK, para mahasiswa dan perwakilan pelajar, perwakilan guru, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan sebagainya.

Sebelum acara talkshow dilakukan pelantikan pengurus Pinsar Indonesia daerah Sumsel oleh Wakil Ketua Umum Pinsar Indonesia Ir. Edy Wahyuddin, selanjutnya makan ayam dan telur bersama para pejabat Pemda Sumsel dan pimpinan organisasi perunggasan sebagai simbol upaya peningkatan konsumsi ayam dan telur.

Talkshow interkatif ayam dan telur diharapkan akan memberi pengertian mengenai pentingnya ayam dan telur sebagai sumber gizi yang murah dan berkualitas. Selanjutnya para peserta diharapkan dapat menyebarkan pengetahuan yang didapat dari acara ini kepada lingkungan atau organisasinya.

Wakil Ketua Umum Pinsar Edy Wahyudin mengharapkan upaya kampanye ayam telur tidak berhenti hanya pada acara HATN. “Justru ini adalah titik awal bagi kalangan perunggasan Sumsel untuk bersatu dan bersama-sama meningkatkan konsumsi ayam dan telur. Kalau tidak kita sendiri siapa lagi,” kata Edy.

Senada dengan Edy, Ismaidi yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia HATN Palembang mengatakan, konsumsi ayam dan telur masyarakat Sumsel sudah di atas rata-rata nasional (konsumsi telur sekitar 13 kg per kapita per tahun), namun potensi untuk meningkat masih besar. “Oleh karena itu kampanye akan terus dilakukan melalui berbagai kegiatan,” ujarnya. (Bams)***