foto bersama kadisnak NTB 27 april 2017

Budi Indarsih (no 3), Kadisnak NTB (no 5), bersama Bambang Suharno (no 6), Ricky Bangsaratoe (no 7), bersama staf Kadisnak

Ketua Bidang Usaha dan Promosi Pinsar Indonesia Ricky Bangsaratoe sekaligus sebagai panitia Pusat Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN) dan World Egg Day 2017 berkunjung ke NTB tanggal 27-29 April 2017 didampingi oleh Bambang Suharno dari Infovet yang juga wakil ketua Panitia Pusat. Kunjungan ini dimaksudkan untuk mensosialisasikan dan mendiskusikan rencana acara HATN ke Dinas Peternakan NTB dan Fakultas Peternakan Universitas Mataram (Unram).

Didampingi oleh Dosen Fapet Unram Dr. Budi Indarsih, Ricky Bangsaratoe dan Bambang Suharno bertemu dengan Kepala Dinas Peternakan NTB Drh. Aminurachman, MM, di kantor Dinas Peternakan NTB tanggal 27 April 2017. Selanjutnya tanggal 28 April dilakukan pertemuan dengan Dekan Fapet Unram Maskur Moehid.

dengan dekan fapet unram

kiri-kanan: Asnawi, Prof Ihsan, Budi Indarsih, Markur Moehid (Dekan Fapet Unram),Harjono, Ricky Bangsaratoe, Hasil Tamsil, Bambang Suharno

Pada kedua pertemuan tersebut, Ricky dan Bambang menyampaikan kronologis HATN sejak 2011 di Jakarta hingga kemudian berkembang kegiatan di daerah dan tahun 2017 ditetapkan rencana HATN dan World Egg Day di Lombok.

Kadisnak NTB maupun Dekan Fapet menyambut baik rencana peringatan HATN 2017 di Lombok. Dinas Peternakan NTB siap memfasilitasi kegiatan tersebut dan mendukung kepanitiaan. Demikian pula Dekan fapet Unram bersama dosen di lab unggas serta mahasiswa Fapet siap menjadi panitia HATN 2017.

Perunggasan NTB berkembang pesat

Dalam presentasi di fapet Unram, Bambang Suharno menyampaikan bahwa pertumbuhan perunggasan di kawasan timur Indonesia lebih cepat dibanding kawasan Barat Indonesia. “Lima tahun lalu ayam petelur dan broiler di Kawasan Barat Indonesia (KBI) menguasasi 83% sisanya 17% di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Saat ini proporsi di KBI turun menjadi 79% dan KTI naik menjadi 21%,” kata Bambang.

Pertumbuhan ayam broiler selama 5 tahun terakhir di KBI hanya sekitar 40% sedangkan KTI di atas 100%. bahkan untuk provinsi NTB sekitar 150%. Hal ini menunjukan prospek perunggasan di KTI lebih cerah.

Dengan adanya kampanye ayam dan telur melalui HATN, pertumbuhan perunggasan akan lebih pesat lagi.

Menurut Kadisnak NTB, konsumsi ayam dan telur masyarakat NTB kurang lebih sama dengan rata-rata nasional, yakni 100 butir telur per kapita per tahun dan 10 kg daging ayam per kapita per tahun.

Menyambung data yang disampaikan Bambang Suharno, Kadisnak NTB mengatakan bahwa konsumsi rokok masyarakat Indonesia termasuk NTB sangat tinggi, bisa lebih dari 3 butir per hari. Mereka bisa membeli rokok tapi tidak membeli makanan bergizi seperti ayam dan telur.

Itu sebabnya HATN dan World Egg Day 2017 di NTB menjadi momentum untuk kampanye ayam dan telur secara berkesinambungan.

Mengenai kepanitiaan HATN akan dibahas lebih lenjut dalam waktu dekat ini.