soehadji

Soehadji

Jika anda membuka website PinsarIndonesia.com melalui komputer (bukan smartphone), akan langsung terdengar sebuah lagu yang liriknya mengenai ayam dan telur. Lagu tersebut memang berjudul “Ayam dan Telur”. Berisi ajakan untuk mengonsumsi daging ayam dan telur setiap hari, agar badan kita sehat, pikiran penuh energi.

Mari kita simak liriknya:

Lor telor telor
Telor kampung atau ayam negeri
Reng goreng goreng goreng, didadar atau di "mata sapi"
Nak enak enak enak, untuk makan setiap hari
Membuat badan sehat kuat, pikiran penuh energi
Ayam ayam ayam
Ayam kampung apa ayam negeri
Reng goreng goreng, disayur juga enak sekali
Nyam nyam nyam nyam, nyaman kalau setiap hari
Nak enak enak enak, daging ayam penuh gizi
Kotek kotek kotek 2x anak ayam berkotek
Kuku kuku ruyuk 2 x suara ayam jantanku
Petok petok petok suara induk ayam, tak mau ketinggalan
Itulah semua kemurahan Tuhan , nikmat untuk manusia

Coba simak baik-baik, lirik lagu ini sangat indah. Pesannya sederhana tapi sangat mengena. Di baris terakhir kalimatnya sangat indah “Itulah semua kemurahan Tuhan, nikmat untuk semua”. Ini bukan sekedar kampanye agar kita setiap hari makan ayam dan telur, tapi sekaligus agar kita juga mensyukuri bahwa ayam dan telur yang kita nikmati, maupun suara kotek anak ayam, kukuruyuk ayam jantan dan suara petok induk ayam adalah kemurahan Tuhan, nikmat untuk semua.

Lagu liriknya disusun oleh Dr. Drh. Soehadji (alm) pada saat masih menjabat sebagai Dirjen Peternakan tahun 1990an. Soehadji menulis lagu tersebut sebagai upaya untuk kampanye ayam dan telur sebagai sumber protein hewani yang berkualitas , harga terjangkau dan mudah didapat.

Upaya kampanye ayam dan telur ia rintis bersama Pinsar yang saat itu dipimpin oleh Ketua Umum yang juga pendiri Pinsar Karyoto (alm). Sementara itu agar lagu itu lebih enak didengar dan cocok untuk segmen anak-anak, Soehadji minta kepada A Riyanto, penulis lagu terkemuka saat itu untuk mengaransemen lagu. Dan jadilah lagu tersebut. Belum diperoleh informasi mengenai siapa anak-anak yang menyanyikan lagu di rekaman tersebut.

Lagu ini sempat diperdengarkan di beberapa acara, termasuk dalam sebuah konferensi pers mengenai upaya kampanye gizi ayam dan telur.  Sayangnya kantor Dirjen Peternakan yang waktu itu di Jl Selemba Raya terbakar pada tragedi 27 Juli 1996, yang dikenal tragedi Sabtu kelabu 27 juli (Buta Tuli), dimana terjadi serangan dan kerusuhan di kantor pusat PDI yang merembet pada terbakarnya kantor Ditjen Peternakan yang lokasinya berdekatan.

Sejak saat itulah lagu ayam dan telur yang tersimpan di kaset hilang lenyap tanpa diketahui. Dalam kesempatan berdialog dengan redaksi PinsarIndonesia.com, Soehadji mengaku beberapa kali menanyakan ke beberapa orang, tidak ada yang menyimpan kaset.

Pada saat dicanangkan Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN) tahun 2011, staf pinsar Samhadi sempat menyampaikan bahwa kaset lagu Ayam dan Telur pernah ia lihat tapi dicari tidak ketemu.

Untunglah, Tuhan seakan memberi kejutan kepada Pinsar dan Soehadji yang usaianya 80 tahun di tahun 2016 ini. Di suatu hari di bulan Agustus 2016 lalu, ketika Samhadi sedang merapikan arsip Pinsar, tiba-tiba ia menemukan sebuah kaset yang ternyata berisi 3 lagu, yaitu lagu “Ayam dan Telur”, “susu” dan “Lima Sehat Lagi Sempurna”. Semua lagu tersebut karya Soehadji dengan aransemen A. Riyanto.

Samhadi langsung menginformasikan ke pengurus Pengurus Pinsar Ricky Bangsaratoe, Eddy Wahyudin, dan juga ke ASOHI melalui Bambang Suharno (sekretaris eksekutif) yang juga pemimpin redaksi majalah Infovet.

Bambang Suharno langsung mengkonversikan kaset menjadi file MP3 di sebuah studio di Lenteng Agung. Selanjutnya menginformasikan kabar gembira ini kepada Soehadji.

Beberapa hari kemudian Soehadji ke kantor ASOHI meng-copy file lagu tersebut. Ia tampak sangat bahagia dengan ditemukannya lagu tersebut yang bertahun-tahun ia cari. Ia mengucapkan terima kasih kepada Pinsar Indonesia dan berharap lagu ini bisa dimanfaatkan untuk kegiatan kampanye ayam dan telur.

Kepada Bambang Suharno, Soehadji berniat untuk menyetel lagu tersebut di depan rapat Dewan Penasehat ASOHI bulan Oktober 2016 dimana ia sebagai salah satu anggotanya

Namun pada 25 September 2016, Soehadji menghembuskan nafas yang terakhir. Innalilahi wainnailaihi rojiun. Selamat jalan Bapak Soehadji. Lagu Ayam dan Telur adalah karyamu yang sangat bemakna bagi upaya masyarakat perunggasan dalam kegiatan kampanye ayam dan telur. Semoga Engkau diterima semua amal baiknya, diampuni dosanya dan mendapat tempa terbaik di sisi Allah SWT. Amien.