Darmin nasution

Menko Perekonomian Darmin Nasution (Tengah) bersama Pinsar Indonesia

MENTERI Koordinator Perekonomian Darmin Nasution memastikan hambatan masuknya jagung impor saat ini sudah dibuka. Hal ini terungkap saat pertemuan antara PINSAR Indonesia beserta asosiasi peternak lainnya dengan Menko Perekonomian RI Darmin Nasution 11 Nov’15 lalu di kantornya.

Dalam beberapa bulan terakhir memang kelangkaan jagung terjadi sebagai dampak terbitnya kebijakan Menteri Pertanian Amran Sulaiman untuk membatasi impor jagung. Akibatnya suplai jagung mengalami kekurangan dan menyebabkan kenaikan harga yang sangat signifikan. Lebih lanjut kelangkaan ini menyebabkan peternak layer mengalami kesusahan.

Dilaporkan Agung-peternak layer asal Sumatera Barat bahwa saat ini harga jagung naik dari sebelumnya Rp 3200-3500/kg menjadi Rp 4800-5000/kg. “Peternak di Sumbar saat ini mulai panik. Harga jagung tadi pagi Rp 4500/kg, sore ini sudah naik menjadi Rp 5000/kg,” ungkap Agung.

Bagi sebagian peternak layer di Jabotabek yang melakukan self mixing pakannya, yang menjadi kekhawatiran sesungguhnya adalah ketiadaan barangnya di pasar. “Betul kenaikan harga jagung ini sangat disayangkan, tapi yang jadi soal adalah jagung tidak ada di pasar. Jadi bagaimana kita masih bisa kasih pakan buat ayam kita,” terang Leopold Halim – Sekjen PINSAR Indonesia.

Dalam paparan pertemuan tersebut, beberapa waktu ke depan, jagung impor yang sudah dalam perjalanan (shiping) bisa masuk dengan jumlah beberapa ratus ton. Hambatan terkahir yang ditemui oleh pihak Menko Perekonomian RI yakni Direktorat Bea Cukai belum mendapatkan surat resmi dari Kementerian Pertanian yang mencabut/membatalkan  kebijakan pembatasan impor jagung sebelumnya.

Namun demikian di lapangan bisa jadi hambatan akan muncul kembali. Menurut Musbar yang menjadi koordinator pertemuan tersebut, kebutuhan jagung peternak hingga akhir tahun ini mencapai 300 ton. Diharapkan dengan masuknya jagung impor, pabrik pakan tidak memburu jagung dari petani dalam negeri. ***HADI