logo world egg dayPinsar Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOH) dan didukung oleh berbagai asosiasi peternakan akan menggelar kembaliĀ  acara Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN) dan Hari Telur Sedunia (World Egg Day) di Palembang 18 Oktober 2015.

Palembang terpilih sebagai tuan rumah HATN karena panitia telah sejak jauh hari mengajukan diri dan dinilai paling siap menjadi tuang rumah. Ketua Panitia HATN Ismaidi mengatakan, meskipun wilayah Sumatera tengah menghadapi bencana asap namun acara diharapkan tetap dapat berjalan.

Puncak Acara HATN direncanakan akan berlangsung di stadion Jakabaring, dibukan oleh Gubernur Sumsel. Sebelum HATN diadakan berbagai kegiatan kampanye ayam telur antara lain talkshow radio, TV, lomba menggamar/mewarnai, talkshow kampanye ayam telur di OPI mall dan sebagainya.

BACA JUGA  Pinsar Bagi Ayam Gratis

HATN dicanangkan 15 Oktober 2011 oleh Menteri Pertanian Suswono di Senayan Jakarta yang dihadiri oleh ribuan orang. Tujuan HATN adalah kampanye ayam telur kepada masyarakat.

Ricky Bangsaratoe, pengurus Pinsar Indonesia Pusat, mengatakan kampanye ayam telur harus terus menerus dilakukan karena konsumsi ayam dan telur masih sangat rendah sedangkan konsumsi rokok sangat tinggi. “Banyak orang mengira konsumsi ayam dan telur rendah karena daya beli masyarakat, padahal faktanya tidak demikian. Konsumsi rokok masyarakat Indonesia rata-rata 1.100 batang per orang per tahun, sedangkan konsumsi telur hanya sekitar 90an butir per orang per tahun. Padahal harga sebatang rokok kurang lebih sama dengan harga sebutir telur ,” jelasnya.

BACA JUGA  Manado , Tuan Rumah Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN) dan World Egg Day (WED) 2018

Ia menambahkan, masyarakat harus disadarkan perlunya daging ayam dan telur sebagai sumber protein termurah dan berkualitas karena asam amino di dalam telur sangat lengkap.

“RCTI pernah melakukan liputan tentang ayam dan telur. Seorang tukang ojek yang penghasilannya sekitar 60 ribu per hari membeli rokok 5 batang per hari, tapi membeli ayam dan telur sangat jarang. Ini adalah tantangan kita,” ujar Ricky.

HATN pertama dan kedua tahun 2011 dan 2012 berlangsung di Jakarta, selanjutnya Pinsar berinisiatif melakukan di luar kota pada tahun 2013 yaitu di Bali, dilanjutkan di Makassar tahun 2014 dan tahun ini di Palembang.***

BACA JUGA  Pinsar Indonesia Hadiri Rapat Food Security Program