perbandingan harga proteinMasyarakat pada umumnya menganggap harga telur ayam itu lebih mahal dibanding tempe. Faktanya meski harga telur ayam mengalami kenaikan, namun dibanding kenaikan bahan makanan lainnya, harga telur ayam dan daging ayam termasuk yang stabil.

Bahkan sebagai sumber protein yang berkualitas, jika kita menghitung harga protein yang terkandung di dalam telur, maka harga per gram protein telur hanya Rp 144/gram, sedangkan harga protein tempe lebih mahal yaitu Rp. 181/gram. Hal ini terungkap pada saat talkshow tentang Hari Ayam Telur Nasional di Radio Trijaya palembang 17 Oktober 2015. Talkshow menghadirkan narasumber Ketua Panitia HATN Ismaidi, didampingi Thaharudin, Kepala Dinas Peternakan Sumsel Amrudin Menhi serta Bambang Suharno mewakili Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI).

Bambang maupun Ismaidi menyimpulkan bahwa rendahnya konsumsi ayam dan telur di Indonesia dibanding negara tetangga, bukanlah semata-mata karena rendahnya daya beli, tapi karena pemahaman yang kurang tepat mengenai manfaat daging ayam dan telur. Faktanya konsumsi rokok masyarakat Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia (lebih dari 1.100 batar rokok/orang/tahun, sedangkan konsumsi telur hanya 90 butir/orang/tahun). Selain itu masih banyak isu negatif tentang ayam dan telur misalnya telur menyebabkan kolesterol, ayam broiler disuntik hormon, telur menyebabkan bisul dan sebagainya.

Bambang mengatakan, tidak mungkin ayam broiler disuntik hormon karena harga satu dosis suntikan hormon sekitar 5 USD atau Rp. 60.000/dosis, sedangkan harga ayam hanya sekitar 30 ribu. jadi mustahil pemeliharaan ayam menggunakan hormon.

Sementara itu kepala Dinas Peternakan Sumsel Amruzi mengatakan produksi ayam dan telur di Sumsel sudah swasembada, bahkan produksi telur Sumsel sudah berlebih dan bisa memasok kebutuhan propinsi lainnya. Konsumsi daging ayam dan telur di Sumsel juga sudah berada di atas konsumsi rata-rata nasional, namun demikian potensi untuk meningkat masih cukup besar. Saat ini konsumsi ayam masyarakat Sumsel diperkirakan 13 kg per orang per tahun (konsumsi nasional diperkirakan 9 kg per orang per tahun).*** Bams