ketua-asosiasi-masyarakat-perunggasan-sumsel-ismaidi

Ismaidi, Ketua Ampera dan Ketua Pinsar Sumsel

Akibat menurunnya harga komoditi karet dan sawit internasional, diperkirakan ikut  berdampak pada penjualan ayam dan telur di Wilayah Sumatera Selatan. Hal ini karena komoditi sawit dan karet merupakan sumber ekonomi sebagian masyarakat Sumsel. Dengan menurunnya harga, maka pendapatan masyarakat menurun sehingga pemasaran ayam dan telur pada setahun belakangan ini lesu. Demikian dikemukakan Ketua Asosiasi Masyarakat Perunggasan (Ampera) Sumsel, Ismaidi saat Memperingati Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN) di Jakabaring,  belum lama ini, sebagaimana dikutip Tribun Sumsel.

Kepada redaksi PinsarIndonesia.com Ismaidi yang juga Ketua Pinsar Indonesia cabang Sumsel mengatakan, ditunjuknya Palembang sebagai tuan rumah peringatan HATN dan World Egg Day diharapkan ikut mendongkrak konsumsi ayam dan telur.

Ismaidi menambahkan produksi ayam di Palembang dan sekitarnya saat ini 80 ribu ekor hingga 100 ribu ekor per hari dan untuk keluar Palembang 70 ribu ekor perhari.

Sedangkan produksi telur di Sumsel 150 ton perhari. Kalau konsumsi telur untuk keluar Sumsel seperti, Jakarta, Bangka, Jawa Barat dan lain-lain sebanyak 100 ton per hari dan rata-rata cenderung menurun.

Ismadi sukses sebagai Ketua Panitia HATN dan World Egg Day yang berlangsung sepanjang bulan September-Oktober 2015. Kegiatannya antara lain ceramah ayam dan telur ke murid SD di Palembang, sarapan pagi menu ayam dan telur bersama masyarakat dan kepala Dinas Peternakan di stadion Jakabaring, aksi sosial dan sebar brosur ayam telur di jalan protokol, talkshow di radio Trijaya Palembang, lomba menggambar dan mewarnai untuk anak-anak, serta acara puncak berupa ceramah dan talkshow di Opi Mall Palembang yang menghadirkan Ketua MIPI Dr. Desianto Budi Utomo, ahli gizi dr Monika, Kepala Dinas Peternakan Amruzi dan beberapa pejabat dan tokoh masyarakat.

Pada acara puncak yang berlangsung 18 Oktober itu, Ismaidi dilantik sebagai Ketua Pinsar Sumsel, oleh wakil ketua umum Pinsar Indonesia Eddy Wahyudin.