Dirjen PKH Drh. Ketut Diarmita MP

Drh. Ketut Diarmita MP beserta istri

Setelah terjadi simpang-siur informasi tentang jabatan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, akhirnya Hari Senin, 10 Oktober 2016, Menteri Pertanian Dr. Andi Amran Sulaiman melantik Drh I Ketut Diarmita MP sebagai Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) menggantikan Prof. Dr. Ir. Muladno yang diberhentikan bulan Juli 2016 lalu.

Sebagaimana diberitakan Infovet, Ketut  Diarmita lahir  di  Munduk  Mengenu, Bali, pada 31  Desember  1962.  Ia menyelesaikan  pendidikan  S1 nya di  Universitas  Udayana tahun  1988  program studi Kedokteran Hewan dan selanjutnya S2 di Universitas Gadjah Mada tahun 2005.

Ketut mengawali  karirnya sebagai  Penanggungjawab  Wilayah  Kerja  di Stasiun  Karantina  Hewan Pare-Pare pada  tahun  1989.  Kemudian dipercaya sebagai Penanggung  Jawab  wilayah kerja Di  Balai  Karantina Hewan Wilayah  V  Ujung  Pandang (Makassar) tahun  1993.  Pernah  juga menjabat  sebagai  Kepala  stasiun karantina Kelas  I  Lembar  tahun 2002,  Kepala  Balai Karantina Hewan Kelas  II  Lembar  tahun  2004,  Kepala  Balai    Karantina  Hewan  di Ngurah  Rai  tahun  2007,  dan  sebagai  Kepala  Balai    Karantina  Pertanian  Kelas  I tahun 2008.

Sebelum  menjabat  sebagai Direktur  Kesehatan Hewan,  Drh.  I  Ketut  Diarmita menjabat  sebagai  Kepala  Balai    Besar  Veteriner  Denpasar  pada  tahun  2010-2015.

Selanjutnya tahun 2015 diangkat sebagai Direktur Kesehatan  Hewan yang merupakan jabatan eselon 2, menggantikan  Drh.  Pudjiatmoko,  Ph.D. Dan baru setahun menduduki Jabatan eselon 2, hari ini ia dilantik sebagai Dirjen PKH yang merupakan jabatan eselon 1 dan sekaligus nahkoda “Peternakan dan Kesehatan Hewan”.

Sebagaimana proses pemilihan dirjen sebelumnya, penentuan Dirjen kali ini juga melalui proses lelang jabatan. Dari beberapa pejabat yang ikut proses lelang, akhirnya Ketut Diarmta yang terpilih sebagai pengganti Muladno.

Pinsar Indonesia mengucapkan Selamat kepada Drh Ketut Diarmita MP. Semoga dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, untuk kemajuan peternakan, khususnya perunggasan nasional.Amien.***